Oleh: Mohamad Afandi, Djunaidi, Putri Khoirin Nashiroh
Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer , Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Email : mohamadafandi71@students.unnes.ac.id
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh penggunaan
smartphone terhadap prestasi belajar siswa di SMAN 10 Semarang pada jurusan MIPA kelas XI. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Sampel yang diambil yaitu kelas XI MIPA 1 dengan 36 siswa. Penelitian ini menggunakan satu variabel
independent yaitu penggunaan smartphone (X) dan satu variabel dependen yaitu prestasi belajar (Y). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer berupa angket dengan
36 responden dan data sekunder berupa nilai rata-rata rapor. Metode penelitian ini menggunakan ex post facto. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini analisis regresi sederhana. Hasil dari penelitian ini diketahui nilai signifikansi (Sign.) sebesar 0.416 yang artinya lebih besar dari 0,05. Selain itu pada variabel independen (penggunaan smartphone) diperoleh nilai thitung=0.823<2.0322=ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berrti tidak ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan smartphone (X) tehadap prestasi belajar siswa(Y).
Kata Kunci: Pengaruh, Prestasi belajar, Smartphone
Abstract: This study aims to examine whether there is an influence of the use of smartphoneson student achievement in SMAN 10 Semarang in the Department of Mathematics and Natural Sciences class XI. Sampling using simple random sampling technique. The sample taken was MIPA 1 class XI with 36 students. This study uses one independent variable, namely the use of smartphones (X) and one dependent variable, namely learning achievement (Y). The data used in this study are primary data in the form of questionnaires with 36 respondents and
secondary data in the form of average report cards. This research method uses ex post facto. The data analysis technique used in this study is simple regression analysis. The results of this study note the significance value (Sign.) of 0.416, which means greater than 0.05. In addition to the independent variable (smartphone usage), tcount = 0.823 <2.0322 = ttable is obtained. So it can be concluded that H0 is accepted and Ha is rejected which means there is no significant effect between smartphone usage (X) on student achievement (Y).
Keywords: Influence, Learning achievement, smartphone
1. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat, mengubah tatanan kehidupan manusia diberbagai aspek kehidupan. Bidang komunikasi merupakan salah satu contoh. Dapat dilihat banyak sekali perubahan dibidang komunikasi. Salah satu diantaranya adalah komunikasi elektronik (Saputra, 2017). Smartphone merupakan salah satu contoh perubahan komunikasi elektronik yang memiliki perkembangan cepat. Menurut winarno (2009) dalam (Rachmawati, Rede, & Jamhari, 2017) menyatakan smartphone adalah perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus. Menurut Manumpil, dkk (2015) dalam (Aini Musariffah, 2018) smartphone merupakan suatu produk yang dibuat dengan berbagai
fitur canggih yang dapat mempermudah penggunanya dalam mencari informasi, mengakses internet, menyajikan berita serta mencari berbagai hiburan yang diinginkan. Fitur-fitur umum yang ada pada smartphone antara lain kamera, internet, gps, video call, telepon, sms, email,bluetooth, wifi, game, musik dan lain-lain. Karena banyaknya fitur menjadikan smartphone salah satu kebutuhan pokok bagi setiap orang.
Khususnya dikalangan pelajar, saat ini hampir setiap pelajar memiliki smartphone.
Fatima dan Mufti (2014) menegaskan dalam (Sobon & Mangundap, 2019) bahwa dengan adanya smartphone siswa dapat mempelajari materi ilmu pengetahuan dengan cara memanfaatkan smartphone sebagai sumber belajar yang menarik. Tidak sedikit sekolah yang melegalkan penggunaan smartphone di lingkungan sekolah. Penggunaan smartphone dikalangan pelajar memiliki pengaruh yang penting dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Bagi lembaga pendidikan perkembangan teknologi membuka kesempatan yang sangat luas untuk pelajar memperoleh pengetahuan yang sulit untuk didapatkan tanpa batasan ruang dan waktu.
Adanya smartphone tidak hanya memiliki dampak positif akan tetapi juga memiliki
dampak negatif bagi siswa jika salah dalam penggunaan. Pengunaan smartphone yang berlebihan terkadang membuat siswa bermasalah pada proses belajar. Tidak sedikit siswa yang tidak fokus dan tidak memperhatikan guru saat pembelajaran berlangsung karena asik bermain smartphone. Hal ini juga terkadang berdampak pada tugas siswa, siswa tidak mengerjakan tugas karena terlalu asik dalam bermain smartphone dan bahkan hingga sampai larut malam.
Hal ini dapat berdampak buruk terhadap prestasi belajar siswa didalam kelas. Menurut Ariwaseso (2011) dalam (Haikal, Thohari, & Mustafida, 2018) prestasi adalah suatu hasil dari proses pembelajaran atau perubahan yang melibatkan sains, keterampilan, dan sikap serta pengalaman individu dalam berinteraksi dengan lingkungan. Menurut Sanjaya (2010) dalam (Sjukur, 2013) belajar adalah suatu proses aktivitas mental seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya sehingga menghasilkan perubahan tingkah laku yang bersifat positif baik perubahan dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun psikomotor. Dikatakan siswa akan
Mendapat prestasi yang baik tergantung berhasil atau tidaknya suatu proses belajar dalam pembelajaran yang dialami siswa. Prestasi yang baik berawal dari proses belajar yang baik pula.
Keberhasilan siswa dalam belajar juga dapat dilihat seberapa baik prestasi siswa didalam kelas. Sehingga perlu adanya keberhasilan dalam proses belajar agar siswa mendapat prestasi yang baik. Menurut Slameto (2010) dalam (Mulyani, 2013) terdapat 2 faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar yaitu: faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal terbagi menjadi tiga bagian yaitu faktor kelelahan (jasmani dan rohani), faktor jasmaniah (kesehatan, cacat tubuh), dan fakor psikologis (perhatian, minat, bakat, kematangan, motif, keterampilan, kesiapan belajar dan intelegensi). Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor
yang berasal dari diri individu seperti lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan smartphone terhadap prestasi belajar siswa di SMAN 10 Semarang jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) kelas XI. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi dalam pengembangan ilmu, khusunya dalam melakukan manajemen
sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah
2. Metode Penelitian
Menurut Sugiyono (2016), metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan kegunaan tertentu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ex post facto berupa penelitian hubungan kausal. Hubungan
Kasual adalah hubungan sebab akibat, dimana pada penelitian ini terdapat variabel
independent (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (variabel yang
dipengaruhi). Menurut Sukardi (2012) dalam (Asmurti, Unde, & Rahamma, 2017)
penelitian ex post facto merupakan penelitian yang berhubungan dengan variabel yang telah terjadi dan tidak perlu memberikan perlakuan terhadap variabel yang diteliti.
Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMAN 10
Semarang dengan jumlah siswa dapat dilihat pada Tabel 1.
Table 1 Data Siswa Kelas XI MIPA
Kelas
Jumlah siswa
XI MIPA 1
36
XI MIPA II
36
XI MIPA III
36
XI MIPA VI
36
Jumlah
144
Sumber: SMAN 10 Semarang
Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam kelas MIPA I sebanyak 36 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah menggunakan teknik simple random sampling. Teknik simple random
sampling berarti teknik pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa ada syarat dan ketentuannya dalam anggota populasi tersebut. Peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel ini karena sampel yang diambil secara acak dan tidak memiliki syarat-syarat khusus dalam mengambil sampel yang ada.
Variabel yang ada pada penelitian ini terdapat 2 variabel. Variabel X dan variabel Y. Variabel X merupakan variabel independent atau variabel bebas sedangkan variabel Y merupakan variabel dependent atau variabel terikat. Pada penelitian ini
variabel X yaitu pengaruh penggunaan smartphone sedangkan variabel Y merupakan variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa.
Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa angket dan dokumentasi. Jenis data angket merupakan data primer sedangkan dokumentasi merupakan data sekunder. Dalam penelitian ini peneliti akan memberikan angket berupa angket tertutup yang telah disediakan alternatif jawaban oleh penulis.
Angket diisi oleh siswa kelas XI MIPA I SMAN 10 Semarang dengan total 10 item
pertanyaan. Jenis data yang dihasilkan berupa data. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi nilai rata-rata rapor siswa kelas XI jurusan MIPA I SMAN 10 Semarang.
Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu menggunakan analisis regresi linier sederhana. Menurut Johnson (2002) dalam (Djuniadi, Afiffudin, & Lestari, 2017) Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang digunakan untuk memprediksi nilai
variabel dependen dari beberapa variabel independent. Pada penelitian ini hanya terdapat satu variabel independen. Peneliti menggunakan teknik ini untuk mengetahui seberapa besar signifikansi variabel dependen dipengaruhi oleh variabel independen.
Sebelum melakukan analisis data dengan regresi linier sederhana ada beberapa uji prasyarat yaitu uji normalitas, uji heterokesdastisitas serta uji linieritas.
Uji normalitas bertujuan untuk
mengetahui data yang dianalisis berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas sangat
penting karena berkaitan dengan uji persyaratan teknik analisis data.
Alat uji yang digunakan untuk melakukan uji normalitas dalam penelitian ini adalah KolmogorofSmirnov Test dengan menggunakan SPSS versi 16. Uji heteroskedastisitas dilakukan
untuk menguji apakah dalam melakukan analisis regresi tidak terjadi kesamaan antara variance dari residual satu pengamatan dengan pengamatan lainya.
Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tidak tetap, maka homokesdastisitas
dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah model regresi yang tidak terjadi heteroskesdastisitas yang artinya model regresi terjadi
homokesdastisitas.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dalam melakukan uji
hesteroskesdastisitas. Peneliti menggunakan bantuan program SPSS versi 16.
Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah variabel X (penggunaan smartphone)
dengan variabel Y (prestasi belajar) memiliki hubungan yang linear.
3. Hasil dan Pembahasan
Penyajian data penelitian dari masing-masing variabel menggunakan program
IBM SPSS versi 16. Hasil dari pengolahan data pada penggunaan smartphone (X)
menunjukkan Skor pada variabel X yaitu penggunaan smartphone berada pada rentang 6-10.
Berdasarkan data yang diperoleh pada saat penelitian yang selanjutnya diolah secara statistik diperoleh hasil jumlah keseluruhan ∑X= 258, nilai rata-rata (mean) adalah 7.1667, median = 7.0, modus = 7.0, dengan standart deviasi yaitu 1.13389, skor minimum 6 dan skor maksimum adalah 10. Untuk memperjelas dapat dilihat pada Tabel 2.
Table 2 Rekapitulasi Angka Statistik
Nilai
Nilai minimum
6
Nilai Maximum
10
Mean
7.1667
Median
7
Modus
7
Std. Deviation
1.13389
Jumlah skor variabel X
258
Selanjutnya dari hasil distribusi tersebut dilakukan klasifikasi data dan
frekuensinya seperti pada Tabel 3.
Table 3 Distribusi Frekuensi Penggunaan Smartphone (X)
Skor
Frekuensi
Persentase (%)
6
11
30,6
7
15
41,7
8
5
13,9
9
3
8,3
10
2
5,6
Total
36
100
Berdasarkan tabel distribusi frekuensi skor penggunaan smartphone (X) dapat diketahui dari 36 responden frekuensi terbanyak berada pada skor 7 dengan frekuensi 15 atau 41,7% dari jumlah responden. Sebaliknya frekuensi terendah berada pada skor 10 dengan frekuensi 2 atau 5,6% dari jumlah responden.
Hasil dari pengolahan data prestasi siswa (Y) menunjukkan jumlah angka skor
untuk variabel Y yaitu prestasi belajar siswa berada pada rentang 77 sampai 84.
berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian jumalah keselurhan angka skor = 2889,
dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 80.25, nilai median 80, modus 81, dengan standart deviasi 1.71339. nilai maksimum 84 dan nilai minimun 77. Untuk memperjelas rakpitulasi angka-angka skor dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini
Table 4 Rekapitulasi Angka Statistik Variabel Y (Prestasi Belajar)
Nilai
Nilai minimum
77
Nilai Maximum
84
Mean
80,25
Median
80
Modus
81
Std. Deviation
1.71339
Jumlah skor variabel Y 2889
Selanjutnya dari hasil distribusi tersebut dilakukan klasifikasi data dan frekuensinya seperti tabel 5 :
Table 5 Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar (Y)
Nilai
Frekuensi
Persentase (%)
77
2
5,6
78
3
8,3
79
7
19,4
80
8
22,2
81
10
27,8
82
2
5,6
83
2
5,6
84
2
5,6
Total
36
100
Berdasarkan tabel distribusi frekuensi skor prestasi belajar (Y) dapat diketahui dari 36 responden frekuensi terbanyak berada pada skor 81 dengan frekuensi 10 atau 27,8% dari jumlah responden. Sebaliknya frekuensi terendah berada pada skor 77, 82, 83, dan 84 dengan frekuensi 2 atau 5,6% dari jumlah responden.
Sebelum data di analisa ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu uji normalitas, uji heterokesdastisitas, dan uji linieritas. Berdasarkan analisis data dengan batuan SPSS versi 16 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi menunjukkan normalitas data. Kriteria nilai yang digunakan dikatakan normal jika nilai signifikansi(sign.) lebih besar dari Alpha(α=5% atau 0,05), sebaliknya kriteria nilai dikatakan tidak normal jika nilai signifikansi(sign) lebih kecil dari Alpha(α= 5% atau 0,05). Hasil uji normalitas pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
Table 6 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Asymp. Sig. (2-tailed)
A(α)
Keterangan
0,759
0,005
0,759 > 0,05 Normal
Pada tabel uji normalitas menggunakan one sample kolmogorov didapatkan nilai
signifikansi (Asymp. Sign) adalah 0.759 atau 75,9% artinya nilai tersebut lebih dari nilai
Alpha (α = 5% atau 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Selanjutnya adalah uji heterokesdastisitas. Jika nilai signifikansi(Sign.) lebih besar dari 5% atau 0,05 maka tidak terjadi hesteroskedastisitas sebaliknya jika nilai signifikansi lebih kecil dari 5% atau 0,05 maka terjadi hesteroskedastisitas. Hasil Uji Heteroskedastisitas dapat dilihat pada Tabel :
Table 7 Tabel Uji Heteroskedastisitas
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1 (Constant)
2.128
1.154
1.843
.074
penggunaan_smartphon
e
-.115
.159
-.123
-.721
.476
a. Dependent Variable: Abs_RES
Berdasarkan Tabel Uji hesteroskedastisitas diatas diketahui nilai signifikansi(Sign.) untuk variabel X (penggunaan smartphone) adalah 0,476. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X (penggunaan smartphone) tidak terjadi heteroskedastisitas.
Setelah uji heteroskedastisitas, uji prasyarat selanjutnya adalah uji linearitas.
Dikatakan ada hubungan yang liner secara signikan apabila nilai Deviation from Linearity Sig lebih besar dari nilai Alpha (α = 0,05 atau 5%). Sebaliknya apabila nilai Deviation from Linearity kurang dari nilai Alpha (α= 0,05 atau 5%), maka tidak ada hubungan yang linear secara signifikan antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y).
Hasil uji linearitas antara variabel X (penggunaan smartphone) terhadap variabe Y
(prestasi belajar) dapat dilihat pada tabel berikut:
Table 8 Uji Linearitas
Sum of
Squares
df
Mean
Square
F
Sig.
Deviation
from
9.399
3
3.133
1.063
0,379
Berdasarkan Tabel Uji Linearitas diatas diketahui nilai Sig. Pada Deviation from
Linearity adalah 0,379 artinya lebih besar dari Alpha (α =0,05 atau 5%). Sehinga dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan yang linear antara variabel penggunaan smartphone (X) dengan variabel prestasi belajar (Y).
Setelah semua prasyarat terpenuhi langkah selanjutnya adalah Uji Hipotesis secara parsial (Uji t). Pada penelitian ini hipotesis yang peneliti ajukan adalah :
H0
Tidak ada Pengaruh penggunaan Smartphone(X) terhadap Prestasi belajar siswa(Y).
Ha
Ada Pengaruh penggunaan Smartphone(X) terhadap Prestasi belajar
siswa(Y)
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel X dengan variabel Y dapat dilihat dengan melihat nilai signifikansi (Sign.). Jika nilai signifikansi(Sign.) lebih kecil dari 0,05 maka ada pengaruh secara signifikan penggunaan smartphone terhadap prestasi siswa. Sebaliknya jika nilai signikansi (Sign.) lebih besar dari 0,05 maka tidak
ada pengaruh secara signigikan penggunaan smartphone terhadap prestasi siswa.
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Table 9 Tabel Uji Hipotesis
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1 (Constant)
78.737
1.861
42.303 .000
Penggunaan
smartphone
.211
.257
.140
.823 .416
a. Dependent Variable:
prestasi_belajar
Berdasarkan tabel 8 diatas diketahui nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0.416 yang artinya lebih besar dari 0,05. Selain itu dapat dilihat pada kolom t diperoleh nilai hitung=0.823<2.0322=ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berrti tidak ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan smartphone(X) tehadap prestasi belajar siswa(Y). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel pengunaan smartphone (X) terhadap variabel prestasi belajar (Y) maka dapat dilihat pada tabel signifikansi berikut :
Table 10 Signifikansi Variabel Penggunaan Smartphone (X)
Model
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of
the Estimate
1
.140a
.020
-.009
1.72136
a. Predictors: (Constant), penggunaan smartphone (X)
b. Dependent Variable: prestasi_belajar(Y)
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat R Square bernilai 0,020. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh penggunaan smartphone (X) terhadap prestasi belajar (Y) adalah sebesar 20 % sedangkan 80 % prestasi belajar dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak dapat diteliti pada penelitian ini.
Hasil dari penelitian menyatakan bahwa tidak ada pengaruh penggunaan smartphone terhadap prestasi belajar siswa. Artinya bahwa siswa dapat memanfaatkan teknologi dengan baik. Smartphone bisa menjadi pengaruh yang baik terhadap prestasi belajar jika siswa mampu menggunakanya dengan baik. Seperti menggunakan smartphone untuk mencari materi pelajaran. Sebaliknya jika siswa mempergunakan smartphone hanya untuk bermain game dan memanfaatkan hal-hal yang buruk dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa tersebut.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa antara variabel independen yaitu pengaruh penggunaan smartphone dengan variabel dependen yaitu prestasi belajar siswa di SMAN 10 Semarang tidak ada pengaruh yang signifikan.
Daftar Pustaka
Aini Musariffah, N. (2018). Hubungan Penggunaan Smartphone dengan Minat Belajar
Siswwa SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 6(3), 133–137.
Asmurti, Unde, A. A., & Rahamma, T. (2017). Effect of Smartphone Use in School
Environments on Student Learning Achievements. Jurnal Komunikasi KAREBA, 6(2),
225–234.
Djuniadi, Afiffudin, M., & Lestari, W. (2017). Statistik Inferensial (Teori, Aplikasi dan
Latihan Soal). Semarang: Pasca Sarjana UNNES.
Haikal, M. F., Thohari, M. I., & Mustafida, F. (2018). PENGARUH PENGGUNAAN
SMARTPHONE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MTS HASYIM ASYARI
KOTA BATU. Jurnal Pendidikan Islam, 3, 196–202.
Mulyani, D. (2013). HUBUNGAN KESIAPAN BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI
BELAJAR. 2(1), 27–31.
Rachmawati, P., Rede, A., & Jamhari, M. (2017). Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap
Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi Angkatan 2013 FKIP UNTAD Pada Mata
Kuliah Desain Media Pembelajaran. Jurnal E-Jip Biol, 5(1), 35–40.
Saputra, D. S. A. (2017). PENGARUH PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP
AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 7 YOGYAKARTA. 6,
5–9.
Sjukur, S. B. (2013). Pengaruh blended learning terhadap motivasi belajar dan hasil belajar
siswa di tingkat SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 2(3), 368–378.
https://doi.org/10.21831/jpv.v2i3.1043
Sobon, K., & Mangundap, J. M. (2019). Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap
Motivasi Belajar Siswa. 3, 92–101.
Sugiyono. (2016). Metode PENELITIAN Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wiyono, A., Anggo, M., & Kadir. (2018). PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL
TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTs NEGERI 1
KENDARI. 6(2), 113–126.
Gifary, S., & Kurnia N, I. (2015). INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN
PERILAKU KOMUNIKASI (Studi Pada Pengguna Smartphone di Kalangan Mahasiswa
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Telkom). Jurnal Sosioteknologi, 14(2), 170–
178. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2015.14.2.7

