Labuhanbatu — publiknusantara.id. Kondisi SDN 09 Bilah Hulu Desa N.3 Aek Nabara seperti ini sangat memprihatinkan, terutama ketika kita berbicara tentang akses pendidikan yang seharusnya, dapat mendukung kemajuan generasi mendatang. Senin (25/11/2024)
Menurut penjelasan Abdul Karim, S.Pd apak Kepala SDN 09 Bilah Hulu “sekolah ada sejak Tahun 1952 dan hingga kini belum memiliki akses listrik,” sehingga patut diduga adanya kesenjangan penyediaan infrastruktur dasar di sekolah ini.
SDN 09 Bilah Hulu ini berada diwilayah perkebunan kelapa sawit, yang sangat tersohor milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara), atau dalam wilayah KANAS (Kebun Aek Nabara Selatan). Selain itu SDN 09 ini tidak punya air bersih walaupun toilet ada.
Menurut penuturan Bapak Kepala Sekolah “Karena air tidak ada akhirnya ruang toilet ditutup, ketika situasi ternak lembu memasuki ruang kelas meninggalkan kotoran, kami semua dipaksa keadaan harus bergotong royong membersihkan nya.
Dengan menggunakan air parit serta peralatan seada nya seperti sapu lidi serta pembersih lainnya seperti rinso. “Jangankan situasi lantai dinding asbesnya seperti ini keadaannya, sudah pernah saya temui salah satu pimpinan perkebunan
Untuk mendapatkan siswa kita dortudor menemui masyarakat atau wali siswa terdekat, serta mengratiskan seragam merah putih dan peralatan sekolah seperti buku pensil asalkan mau sekolah disini, sebut Abdul Karim, S.Pd sekitar pukul 09.45 WIB.
Dilapangan sekolah terlihat siswa pada merasa bahagia setelah menerima bingkisan yang diberikan guru pengajar, setelah hendak selesai acara memperingati Hari Guru dan ulang tahun PGRI telah dapat dilaksanakan. “Guru di SDN 09 ini yang memberi kepada siswa.”
Sudah selayaknya instansi terkait diharapkan segera melirik hingga turut andil untuk segera memfasilitasi berbagai kekurangan yang ada di SDN 09 Bilah Hulu Desa N.3 Aek Nabara ini, mengingat hak semua siswa itu sebenarnya sama untuk bisa mendapatkannya. (M.M)
