Kementerian Agama (Kemenag) RI membuka program seleksi penerimaan beasiswa kuliah ke Maroko hingga 20 Mei 2023 mendatang.
Beasiswa tersebut merupakan hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Maroko yang digelar setiap tahun.
Dan untuk tahun ini, terdapat 50 kuota calon mahasiswa yang pendaftarannya melalui Kementerian Agama.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ahmad Zainul Hamdi menjelaskan, Moroccan Agency for International Cooperation (AMCI) melalui Kedutaan Maroko setiap tahun memberikan kuota beasiswa.
Program tersebut bertujuan menyaring para lulusan Madrasah Aliyah, Pendidikan Diniyah Formal Ulya/Satuan Pendidikan Muadalah di Indonesia yang berminat melanjutkan studi di Maroko.
Menurutnya, beberapa seleksi penerimaan beasiswa tersebut terdiri dari beberapa verifikasi ýang harus dilalui para pelamar, diawali dengan verifikasi dokumen.
Lalu seleksi penerimaan beasiswa calon mahasiswa Maroko ini akan dilakukan melalui 2 tahap.
Tahap pertama, seleksi kemampuan Bahasa Arab CBT online yang akan dilaksanakan pada 1 Juni 2024.
Tahap kedua, seleksi wawancara bagi mereka yang lolos CBT online. Wawancara akan dilaksanakan pada 8-9 Juni 2024.
“Mekanisme wawancara akan diinformasikan bersamaan dengan pengumuman peserta lolos CBT online,” pungkasnya seraya menegaskan proses seleksi akan dilakukan secara transparan.
Untuk diketahui proses seleksi akan dilaksanakan pada 15 lokasi PTKIN berikut, termasuk Lampung.
1. UIN Syarif Hidayatullah
3. UIN Maulana Malik Ibrahim
5. UIN Sumatera Utara Medan
7. UIN Antasari Banjarmasin
8. UIN Sunan Ampel Surabaya
10. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
11. UIN Mataram
12. UIN Imam Bonjol Padang
13. UIN Raden Intan Lampung
15. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
