Pesawaran (publiknusantara.id)– Sunat menyunat anggaran Kpps yang marak terjadi seakan menjadi ajang Bancakan Ketua KPS dan kepala sekertaris Selaku pemegang anggaran yang Dipercayakan KPU kepada mereka agar dapat di bagikan kepada anggota kpps yang ada di desa masing masing dapat di Berikan sesuai dengan data yang ada yakni Rp 4,364.000 tapi ternyata berbeda yang terjadi di lapangan dana yang seharusnya tanpa potongan malah di sunat sunat Oleh ketua KPPS dengan alasan yang tidak jelas.minggu 4 Maret 2024
Dugaan pemotongan dana operasional kegiatan TPS bukan saja terjadi di Desa Bayas jaya Kali ini pun pemotongan terjadi di desa Kubu Batu Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran Lampung.
Menurut keterangan Salah satu Ketua KPPS, menjelaskan pada awak media bahwa terkait pemotongan tersebut benar adanya dari 10 TPS yang ada Desa Kubu Batu ini semuanya menerima Dana operasional TPS tersebut hanya Rp 2,850.000 yang seharusnya 4,364.000 .
Dan selain itu mas di setiap TPS juga tidak ada printer yang juga di anggarkan Rp 500.000 Di setiap TPS nya,kami sebagai KPPS memang mempertanyakan mengapa anggaran tersebut tidak diberikan seutuhnya kepada kami tapi malah salah satu Anggota kesekretariatan KPS memarahi Kami dan mengatakan dengan lantang bahwa Nanti akan di beri penjelasan soal dana potongan tersebut,tapi Hingga saat ini kami sebagai KPPS setelah selesai sampai saat ini belum juga ada penjelasanya dipergunakan untuk apa dana tersebut,penjelasan salah satu kpps.
Hasil Konfirmasi Ke Agung selaku Kasek kepala sekertaris KPS desa Kubu Batu dirinya
Menyarankan untuk Berkomunikasi sama Toni atau tri istri nya darul, masalah keuangan sama dia juga saat memberikan penjelasan melalui pesan WhatsApp.sedangkan Hisbul watoni selaku Ketua KPPS saat di konfirmasi tidak memberikan tanggapan apapun terkait adanya dugaan pemotong anggaran operasional KPPS tersebut.
Firli,Ketua PPK Kecamatan Way Khilau Saya sudah perintahkan kepada kasek PPK untuk instruksikan kepada jajaran nya bahwa jangan ada yang memotong anggaran kpps sepeserpun, bahkan sekretaris KPU pun telah berkunjung ke kecamatan way khilau untuk audensi menyampaikan langsung kepada seluruh jajaran sekretariat PPS supaya tidak melakukan pemotongan anggaran milik kpps.dan dengan terjadinya pemotongan dana kpps di beberapa desa kami akan lihat dulu bukti bukti valid nya baru kami bergerak karena kita tidak bisa menuduh orang tanpa bukti Kata Firli.Kami akan meminta kasek PPK Fatahillah investasi terkait temuan ini pungkasnya.
Mahmuddin Ketua DPC PWRI Kabupaten Pesawaran Kami akan Segaran membuat laporan Ke Polres dengan bukti bukti dan saksi yang ada dan tentunya sama sama kita ketahui dana pemotongan yang di lakukan tidak ada bukti berita acara kesepakatan dari dua desa di Kecamatan Way Khilau kami masih mengumpulkan bukti akurat juga dari desa desa yang lain yang melakukan pemotongan Anggaran operasional KPPS, Mahmuddin menambahkan memang untuk desa Kubu Batu sebelumnya juga melakukan PSU dikarenakan adanya dugaan kecurangan, juga jadi dalam hal ini tentunya kami berharap setelah surat laporan kami masuk aparat kepolisian dapat segera memanggil Ketua KPS dari dua desa ini desa Bayas jaya dan desa Kubu Batu,karna adanya dugaan penyimpangan anggaran untuk kepentingan pribadi jelas Mahmuddin.
Dan kami juga sangat mengharapkan APH dapat memanggil Ketua KPU yatim pesawaran terkait adanya dugaan Pengondisian Pembelanjaan triplek yang juga Mark Up harga dan triplek yang di beli pun sangat tipis jelasnya.
(Iskandar)

