Sibolga — publiknusantara.id. Pertarungan politik jelang Pilkada 2024 menyisakan waktu kurang lebih sebulan lagi. Namun, calon Wali Kota Sibolga nomor urut 3, Robinsar Sinaga diduga masih silent atau diam terhadap Golkar Kota Sibolga.
Sejumlah kader Golkar pun mulai ‘bersuara’ dan mengkritik sikap diam Robinsar, dinilai seolah abai pada pergerakan politik partai beringin dalam memenangkan kontestasi Pilkada.
Khairani Silalahi, ketua Golkar Aek Habil Sibolga Selatan menyoroti sikap Robinsar, abai terhadap kekuataan politik partai Golkar sejak pendaftaran hingga masa kampanye Pilkada.
Kader khawatir keseriusan Robinsar di Pilkada dan perlu dipertimbangkan atau dievaluasi oleh Golkar sebagai partai tunggal pengusung di Pilkada Sibolga 2024.
“Robinsar itu bukan siapa-siapa di Pilkada ini kalau tidak ada Golkar. Jangan merasa sombong dan cuek pada mesin politik Golkar Siboga,” kata Khairani, Jumat (25/10/2024).
“Tidak ada alasan bagi Robinsar menghiraukan Golkar, karena sampai kini kami selaku kader belum dimanfaatkan Robinsar, membangun kekuatan politik di Pilkada ini,” tambahnya.
Pengakuan sama juga diungkapkan Syaril Tanjung, ketua Golkar Aek Manis Sibolga Selatan. Syaril menyebut sikap Robinsar perlu di evaluasi oleh Golkar khususnya Sibolga.
“Kita minta DPD II Golkar Sibolga agar mengevaluasi dukungan melihat sikap Robinsar yang seolah meremehkan kekuatan politik Golkar Sibolga,” sebut Syaril.
“Dia (Robinsar-red) pikir kekuatan Golkar itu lemah. Buktinya, Golkar Sibolga adalah partai pemenang kedua di Pemilu Legislatif berturut-turut periodesasi. Nah, kalau sikap ini masih berlanjut, jangan salahkan Golkar, bila Robinsar kalah di Pilkada,” lanjutnya.
Ditempat terpisah, ketua DPD II Golkar Sibolga Jamil Zeb Tumory tidak memungkiri kebenaran dari kritik dan permintaan sejumlah kadernya dari ‘arus bawah’.
Dibenarkan Jamil, sejak tahapan pendaftaran Pilkada telah dilakukan upaya pendekatan persuasif terhadap Robinsar Sinaga dalam membangun kekuatan politik di Pilkada Sibolga.
“Kita sudah lakukan pendekatan, namun respon Robinsar silent. Setelah ditetapkan sebagai calon Wali Kota, Robinsar malah tidak melakukan konsolidasi dengan partai dan kader. Aneh memang, Robinsar itu tahu berpolitik atau tidak, saya juga kurang mengerti,” beber Jamil.
“Seharusnya dilakukan oleh Robinsar. Dalam konteks konsolidasi pemenangan, tentu akan membahas kekuatan politik, misi pergerakan termasuk biaya atau cost politik mulai dari masa kampanye hingga tahapan pencoblosan dan perhitungan suara berakhir,” ujarnya.
Diakui Jamil, seluruh keingginan kader akan diakomodir serta dipertimbangkan sebelum diambil keputusan ‘mata angin’ Golkar Sibolga di Pilkada 2024 ini.
“Sebagai tindaklanjutnya, kami juga minta DPP Golkar ikut mengevaluasi dan memberikan teguran kepada Robinsar. Sejalan dengan itu, kami juga akan melaporkan sepak terjang Robinsar kepada DPP dan DPD Sumut secara langsung,” ucap Jamil.
“Terakhir, kita minta komitmen dari Robinsar sebagai calon pemimpin agar tidak membuai janji-janji manis, sehingga tidak merusak citra positif Golkar dimata masyarakat, terutama di Sibolga,” tutupnya.
Ape Gea
