𝘛𝘢𝘱𝘢𝘯𝘶𝘭𝘪 𝘛𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 — 𝘗𝘶𝘣𝘭𝘪𝘬𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢.𝘪𝘥. Warga Dusun 1 Lae Dapdap, Desa Laemonong, kembali mempertanyakan kejelasan 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯𝘢𝘯 𝘑𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘜𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘛𝘢𝘯𝘪 (𝘑𝘜𝘛) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2023 dan 2024. Pada Senin, 4 Maret 2025, beberapa warga mengadukan hal ini kepada media 𝘗𝘶𝘣𝘭𝘪𝘬𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢, menyoroti dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut, 8 Maret 2025.
Sebelumnya, warga telah menyampaikan keluhan bahwa jalan yang dijadikan proyek JUT tersebut awalnya merupakan hasil swadaya mereka. Warga bergotong-royong membiayai alat berat untuk membuka akses jalan sepanjang 50 meter. Namun, Kepala Desa Laemonong, S. Nahampun, diduga menetapkan jalan tersebut sebagai proyek desa tanpa ada konfirmasi atau pengembalian dana kepada warga yang telah berkontribusi.
“Kami hanya ingin kejelasan. Jalan ini awalnya kami bangun dengan dana sendiri, tapi tiba-tiba dijadikan proyek desa. Sampai sekarang pun kondisi jalan masih tidak layak dilewati,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, warga juga mengeluhkan transparansi penggunaan anggaran sebesar Rp 194.706.000 yang dialokasikan untuk proyek JUT di dua titik. Hingga saat ini, menurut mereka, pembangunan tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
Salah satu warga, 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘯𝘪𝘴𝘪𝘢𝘭 𝘔𝘚, juga menyampaikan kepada pihak media bahwa mereka berharap ada pemeriksaan terhadap Dana Desa tahun 2023 dan 2024. “Kami minta agar pihak terkait turun tangan dan melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan Dana Desa. Masyarakat butuh transparansi,” tegas 𝘔𝘚.
Saat media mencoba mengonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Laemonong, S. Nahampun, yang bersangkutan belum memberikan respons. Upaya komunikasi melalui WhatsApp dan telepon juga tidak mendapatkan balasan.
Warga berharap pihak terkait, termasuk Inspektorat dan Bupati Tapanuli Tengah Bapak Masinton Pasaribu, SH. segera menindaklanjuti dugaan ketidaksesuaian dalam proyek ini. Mereka meminta transparansi dalam pengelolaan Dana Desa serta kejelasan terkait status jalan yang mereka bangun secara swadaya.
𝘔𝘦𝘥𝘪𝘢 𝘗𝘶𝘣𝘭𝘪𝘬𝘕𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan menggali keterangan dari berbagai pihak terkait.
M. Laoly
