Lampung Selatan — publiknusantara.id. 23/11/2024. Ormas beserta tim media publik Nusantara.id minta Kajari untuk segera priksa kepala dinas perikanan inisial (JM)
diduga banyak nya pembangunan fiktif yang diduga anggaran tersebut sangat besar dan fantastis jumlah nya..
Menurut keterangan dari puluhan nelayan setempat hususnya di desa Ketapang, kecamatan Ketapang puluhan nelayan itu mengeluh terkait TPI yang sudah sejak lama tidak aktif menurut keterangan dari puluhan nelayan itu bahwasanya TPI didesa Ketapang ini sudah sejak lama tidak aktif hampir kurang lebih 13 tahun lamanya di nonaktifkan ujar nelayan itu..
Sontak mendengar dari keterangan serta keluhan dari warga setempat kami selaku ormas dan awak media publikNusantara.id merasa iba atas keluhan nelayan-nelayan tersebut..
Dan untuk itu kami selaku awak media beserta ormas lainnya langsung saja konfirmasi terkait keluhan nelayan-nelayan itu kepada dinas perikanan dan kelautan hususnya di kabupaten Lampung Selatan”””saat awak media melakukan konfirmasi tersebut Kabit beserta kepala dinas enggan memberikan keterangan adanya tempat 7 titik UPI yang masih aktif tersebut baik secara tatap muka ataupun melalui fia WhatsApp.. melihat dari kejanggalan tersebut awak media beserta ormas langsung memeriksa tempat UPI di 7 titik itu.. betapa terkejutnya nya kami TPI yang dimaksud tersebut masih aktif-aktif saja melihat dari anggaran dan total belanja anggaran dan lain-lain baik bangunan DAK dan lainnya tersebut yang kucuran berasal dari APBD sangatlah besar mencapai miliaran rupia.. adapun
Ditahun anggaran 2022 dana yang dikucurkan seperti yang kita ketahui..
Konsultan perencanaan bedah UPI sekala kecil (perbaikan bangunan beserta peralatan pendukung untuk lokasi Ketapang (DAK) sebesar
RP.10.125.000 sepuluh juta seratus dua puluh lima ribu rupiah.
RP.13.550.000 tiga belas juta lima ratus lima puluh ribu rupiah.
Jasa konsultan perencanaan rehabilitasi saluran tambak rakyat sebesar,
RP.10.000.000
sepuluh juta rupiah.
Bedah UPI sekala kecil perbaikan bangunan beserta peralatan pendukung desa Ketapang, kecamatan. Ketapang (DAK) sebesar RP. 175.000.000 seratus tujuh puluh lima juta rupiah.
Di tahun anggaran 2023..
seperti bedah unit pengolah ikan (UPI) sekala mikro kecil perbaikan bangunan beserta peralatan pendukungnya (DAK)
sebesar Rp. 200.000.000 dua ratus juta rupiah
Rp. 10.000.000
sepuluh juta rupiah..
dari anggaran itu tentunya sangatlah besar uang negara yang sudah di kucurkan oleh pemerintah agar para nelayan serta petani dapat makmur dan sejahtera..
Tetapi berbeda yang sudah kami temukan di lapangan semua kucuran dana tersebut FIKTIF adanya hususnya di desa Ketapang, kec Ketapang..
Atas temuan ini kami selaku ormas dan awak media meminta kepada Kajari lampung selatan serta (APH) tolong di tindak tegas oknum-oknum dinas terkait yang diduga sudah dengan sengaja menggelap kan uang milik negara serta manipulasi data yang mengatas namakan nelayan dan para petani agar oknum-oknum tersebut dapat diproses dan ditindak tegas segera mungkin..
Red (Rega s)
